About "Daily Planet & Sindy"

Showing posts with label Compositions. Show all posts
Showing posts with label Compositions. Show all posts

Monday, February 6, 2012

The "C" of LIFE

After all, it's all about how you CONTROL yourself.
How you control yourself in ACTING and REACTING.

Sunday, January 29, 2012

I. You. He. She. It. We. You. They.

"Work hard, play hard".  

Sounds familiar, eh?

1. So what comes after your "work hard"?
Mine would be:
"Work hard, buy shoes"

2. What is your treat for yourself in celebrating your accomplishment (or other celebrations)?
Mine is:
"Buy shoes"
;D

Well, other than having good food ;).
I treated myself for a pair of shoes when I had my first salary adjustment for being a senior accountant back then, and as far as I could remember, that was my first Charles & Keith shoes :').



Thursday, October 13, 2011

MBA

Gue cuma mo bilang gue salut abis sama orang-orang yang bener-bener gue bilang kuat mental, ato mungkin cuek?! gua ga tau pasti..

Gua angkat topi untuk orang-orang yang married by "accident".  Gila, gue mungkin bisa bunuh diri karena malu kalo gue ada di posisi mereka, dan yang paling nyesekin itu adalah mikirin gimana kecewanya dan malunya orang tua..
Gimana pas pertama kali ketemu orang-orang setelah orang tau kalo wanita itu hamil diluar nikah.. orang bakal bilang apa dan temen-temen dekat akan ngomong apa coba yah?? makanya gua bilang gua salut abis sama wanita-wanita yang bisa tetep carry on dengan keadaan yang ada.. walaupun dia udah salah, dia tetap mau bertanggung jawab gitu, mau untuk menghadapi dan menanggung malu.. dan menghadapi segala cercaan yang ada.. dan masih suka di judge juga.. hmm.. keadaan-keadaan kya gini yang suka bikin gue bercermin, ada dimanakah gue disaat gue menghadapi orang seperti itu.. makin yang "dia sih... makanya..." ato yang "ya udah terjadi, gimana dia kedepannya aja..".

Memang benar itu adalah dosa, which every sin is the same, sin is a sin, except untuk hal itu, banyak kosekwensinya, seperti harus berhenti bekerja, malu, dikucilkan, dll.
Tapi kenapa harus ngeliat orang yang "accident" itu kya gimana banget yah? masih banyak koq yang "melakukan" tanpa "kebobolan" dan ga ketauan.  Kenapa kita ngga mulai untuk melihat orang yang "accident" itu sebagai ya manusia juga, which man makes mistakes.. ga perlu kya terlalu "ikh koq bisa sihhhh??? ikhhhhh lagian dia sih..." bla.. bla.. bla.. yaelah.. kenapa kalo orang bohong which is another sin, orang ga gitu-gitu amat?

Gua bilang wanita yang hamil diluar nikah dan bertanggung jawab dengan kandungannya itu benar-benar hebat dan luar biasa.. pilihan aborsi itu ada gitu.. istilahnya selesai aborsi, selesai, ga ada makhluk hidup yang harus di rawat/dipertanggung jawabkan.  Tapi dia mau untuk bertanggung jawab memulai suatu kehidupan walaupun dengan cara yang sudah salah awalnya... dia mau fight melawan hidup dan tekanan-tekanan dari sekitar.

Btw don't forget to read my "Read Me" section in case you have "maksud lo apa sih, Sin nulis ginian?" in your mind ;).

Tuesday, September 20, 2011

Sante Aje...

Kembali lagi, ga salah lah nanya "kapan nikah?" tapi again, ga usah lah harus ngomong "cepat-cepatlah.." ato "ngapain lama-lama?" lah orang juga pasti punya pertimbangan pribadi kan kenapa sampai belum atau kenapa sampai sudah.. dan ga semuanya bisa dijabarkan ke khalayak ramai.  Ukuran "kecepetan", "pas", dan "telat nikah" itu apa sih? umur? biologis? ketiga hal itu diukur dari umur berapa jadinya kalo gitu? apakabar orang-orang luar/bule misalnya?!

Gue jadi ngeliat itu juga dari issue culture, dan gimana berkembang/tidaknya suatu tempat/negara.

Kita senang kalau teman kita mau menikah.. tapi alangkah lebih menyenangkan jika teman/sesama kita itu happy dan comfortable dengan yang dijalani.. kalo ternyata dia single tapi dia senang, artinya dengan dia belum menikah itu bukan jadi suatu masalah buat dia, apa kita ga harus happy juga buat dia?
Apakah orang yang belum menikah, yang sudah menikah tapi belum punya anak, itu artinya sesuatu yang memprihatinkan? Oh c'mon.. pernikahan itu bukan end of story ato happy ending dari sebuah buku atau sinetron dan dongeng... Ga ada yang sempurna.. being single or married..

What I'm trying to say, jangan ciptakan paradigma bahwa "orang single harus menikah", "being single is pathetic, pitiful, uncomfortable", "menikahlah cepat-cepat karena itu adalah sebuah happy ending".  Won't you feel guilty when someone marries a wrong person "cuma" karena pertanyaan "KAPAN DONG?", "ayo cepet-cepet nikah.. nikah itu enak lho.." etc, atau menikah dengan keputusan yang tidak matang?

Menikah, begitu juga dengan punya anak, tanpa direncanakan dengan baik will be (mostly) a disaster.
 (Should I elaborate this too?)
Oke, gue itu orang yang penuh dengan kekurangan, on the other word, I'm not perfect, too, and so are you.
Menikah itu (salah satunya) belajar menerima kekurangan-kelebihan pasangan.  I'm having a hard time with this too: adjustments, and how to deal with "expectations".

Getting married also requires you to think and act on:
"Am I marrying the right one?"
"Who will provide the fund for the wedding? do we have enough money for that? what about after the wedding?"
"Should I continue working? what? leaving my career? my salary? I use to buy dresses and shoes and now I need to save for washing machine, bed, sofa, table, chair, cutlery? Oh my.. land and house?" :)
"Should I work after I get married? should I have a maid or just prepare meals by myself?"
Those are just some so-simple thing if you read, but when you act, specially getting married isn't only comes from how you want it to be.  Can you give some more examples on how a unprepared marriage will turn out? well, I'm not gonna tell you to grab an EGW book by now, just try to think.. some simple thing are just not as simple as that.

Health and debt (before marriage) that carries trough also can be a source of a fight.  You might not fight with your spouse for that, but your family might.
Getting married also means you have to deal with your spouse's family.  Are you mature enough to face different type of persons with their own opinion and expectations? :)

About having kids,
some people say a child is a blessing from God.. indeed.. what about the 7th kid? hmm.. speaking of how will you raise him/her, the money you need to have in case he/she gets sick, his/her school fees, etc..
If you plan for it and you really want it, you should have been prepared I suppose, but by "accident"? hmm.. pity the baby.

Bottom line, BE HAPPY FOR OUR FRIENDS WHO ARE HAPPY WITH ANY STATUS THEY HAVE.


Anyways, don't forget to read the "READ ME" section ;D.

Mirip siapa ya?

Pernah denger ga istilah "kalo udah nikah, lama-lama jadi mirip yah?" Selama ini itu belum gue "iya-in" sepenuhnya, sampe disaat gue lagi merhatiin foto anak, biasa kan, anak kecil suka "iiihh.. mirip Mamanyaaaa..." "iiiihhh.. mirip Opanyaaa.." dsb.
Kadang-kadang suka gue liatin untuk ngeliat ini anak mirip ama orangtua-nya di bagian mana-nya..
Sometimes it's the smile, the eyes, the nose, etc.. dan, what amazes me, "senyumnya anak itu mirip siapa yah? mirip mamanya, tapi mirip papanya juga.." maybe that makes it real: "kalo udah nikah, lama-lama jadi mirip satu keluarga.." or maybe it's just me and the way I see it... :)

Wednesday, September 14, 2011

It's how you value it

Sering banget: "lagi pengen makan pizza deh.." then off to Pizza Hut.
Now I just saw a picture, pizza with candles.. hmm..
So it's about how you value things, specially something that we do regularly or easily found.
Pizza can be a regular meal to some other while it can be a "birthday cake" to some other..

Tuesday, August 16, 2011

I just twit this

It just came across my mind:

  "It feels good to fall in love.  Whether it's someone new, or even with the same person - all over again." 

Hehehe.. ;) what do you say?

Thursday, August 11, 2011

disLIKE(S)

If people writes what they LIKE, now I'm gonna write down some stuff that I disLIKE (lol):
- Shark(s). 
For real! Top of all.
- Kedalaman air. 
I get freaked out! Gosh!
 - Baju yang baru selesai di setrika.
- Penjaga toko yang ogah-ogahan.
Niat kerja ga sih, Mba'?!
- Merokok ditempat umum.
- Supir angkot yang nurunin penumpang sebelum tiba ditempat tujuan.
- Twit(s) aneh.
- Copycat.
Duh! Yang copy-paste abis. Najong.
 - Sad-ending movies.
Hiks!
-Iklan yang dilebih-lebihkan, such as:
produk pemutih (wajah, tubuh)
Apakah orang berkulit gelap (apalagi hitam) harus minder dengan dirinya? Udah kayak kampanye diskriminasi terselubung! Mendoktrinasi orang-orang kalau dengan memiliki kulit putih, bisa membuat pria dari yang tidak tertarik menjadi tertarik, dari yang tidak melirik, jadi melirik.  In another word, it's like saying: "you should be ashame if you don't have white skin!" What d heck is that?
Yang "kena" itu orang-orang Asia, yang kulitnya in between.
Do you think the ads we have here will make any sense over there in Africa? or let's say US?
I hate over-exaggerating ads! Not to mention baby's products!! (Okay, that's gonna be the next point.)
Produk susu bayi, sosis,mentega/margarine, etc.
Business minded.  That's what I can say. 
mereka bener-bener blow-up semua good things yang terkandung dalam produknya.
Too bad, without saying/mentioning any of the bad things, yang tidak menutup kemungkinan, lebih banyak negatif effect-nya daripada yang positif.
"It's all about the money, money, money.."
Let's say salah satu iklan produk mentega/margarine yang menceritakan tentang seorang anak yang ingin.. what's the term? adzan? sholat? (bicara di microphone), tahun sebelumnya dia tidak cukup tinggi untuk itu, tapi karena ibu memberinya masakan dengan margarine tersebut, akhirnya pada tahun ini anak itu cukup tinggi badannya untuk dapat berbicara di microphone tersebut.
Bukannya bertumbuh tinggi itu alamiah yah? without milk or margarine, apalagi sosis.
Oh c'mon..
No other smarter way to campaign?
Say "hi" to blood vessel blockage, body fat, and heart-attack. tsk. tsk. tsk.

Wednesday, August 3, 2011

Yes, I have conclusions.

I use to take conclusions from the big picture of things that happens to me or my surroundings.
Things that is more of "which can be applicable for many people".
And more of 'Lessons In Life'.
This is what I learned yesterday and this morning:

"When you can't run, just walk, one step at a time." 
When you're target is to run and grab while in fact you just can't, it's better to walk one step at a time than just sit and do nothing.  At least you are moving closer to your target.

"OTHERS can be your SOURCE of motivation and discouragement.  But in the end, it's YOUR SELF who DECIDE on what to do with your life."
We may say "I need someone to motivate me, to cheer me up, to make me a better person.." etc.; nothing is wrong with that.  But doesn't mean that you or someone CAN'T change without motivation.  After all, it's you who control your self.  People can say "turn right!" and you turn, but they are not the one who moves your feet.  THE CONTROL IS WITHIN YOU..
Another one in Indo:

"Sesuatu yang bertepuk sebelah tangan tidak akan pernah berhasil."
Whatever relationship it is: boyfriend-girlfriend, (or even worse) husband-wife, co-workers, team-mate, you name it.  When you don't have the same target and goal and doesn't have agreement on how to work on your situations/challenges, it just... won't work.  Worse case: when you are just guessing how your mate feels or think.

Thursday, July 28, 2011

ElohGuweh

Ada orang-orang yang terlihat cuek-individualis.  Biasanya orang yang berlaku seperti itu adalah orang yang sudah pernah merasakan "males"nya ditanya-tanyain orang, makanya dia males nanya-nanya kabar ke orang.
Cuek ga ma tau, "diri lo, urusan lo", adalah orang-orang yang ga mau orang ikut campur ama urusan pribadinya dia.
Sedangkan untuk orang-orang yang suka nanya "kenapa sih dia?" ya jawabannya ga mungkin ga ada apa-apa juga kan?
#random

Friday, July 22, 2011

Dia suka juga ama gue ngga sih?

Gua bingung harus mulai dari mana. Hahaha...

So, berdasarkan yang terjadi disekitar gue, khususnya lewat dunia maya, akhirnya tadi gue nge-twit kalimat ini:
"If he really wants you, he'll go for you, he'll fight for you.  If that doesn't happen, well maybe he's just not that into you."

Have you ever have a feeling for someone and wonder if he/she feels the same?
Sepertinya semua orang yang pernah suka sama orang lain itu pernah berfikir hal tersebut.
Well, gue pernah (juga) pastinya. Depends, gue cuma sekedar nge-fans ama orang itu, suka, ato malah gue jatuh cinta.  Pasti tingkat penasaran semakin besar jika perasaan itu semakin besar juga.

Mungkin ada wanita yang hanya akan berdiam diri and do nothing, as in totally nothing when they like someone.  Wait, ada ga sih cewe, sependiam apapun dia, dia cuma keep sendiri dihatinya disaat dia suka sama cowo? not even to a single friend? well beda cerita lagi yah klo dia sukanya ama pacar bestfriend-nya. Haha..

Ada juga tipe wanita yang akan still act normal, kalo si cowo ada perhatian ama dia, dia merespon sewajarnya.  Ada juga yang cari perhatian sama cowo itu, ato justru yang bikin pendekatan duluan.

Udah dari jaman baheula ada hubungan yang tanpa status, it just come with different names, like "HTS-an" alias "hubungan tanpa status", ada juga yang "Kk-Ade'an".. apa lagi? ada juga yang "closer than close friends but not sweethearts" ah that was mine about 10-12 years ago. Haha.. so what's yours? ;)
Kenapa kira-kira orang enter into that "HTS-an"? What do you think? hmm..

Ada temen deket gue, laki-laki, yang deket ama  temen-temen cewe gue juga.. gue bilang, kenapa lo ga jadian aja ama si itu (temen kita satu lagi), katanya "ah nanti jadi beda, nanti jadi aneh.." intinya dia lebih milih untuk berteman dekat terus, not "ruining" the friendship, daripada harus jadian dan ga minta2 bisa putus dan things will never be the same again.
Yang gue bingung itu, kenapa ada cowo (single) yang istilahnya HTS-an ama cewe (single) dan ga mau nembak; mereka yang saling ngasi clue kalo saling "ada rasa".  Kenapa yah? Emang ada "fake clue"? well maybe (??)..

Sepenasaran2nya cewek, buat gue pribadi, it's okay kalo cewe kasi tau perasaannya ke cowo yang dia taksir, bukan nembak yah.. dengan begitu biasanya it's more relieving.. apalagi kalo itu cowo bisa jujur balik ke si cewek.. jujur as in kasi tau kalo dia juga suka ato memang dia ngga ada rasa lebih dari perhatian sebagai teman.. ga ada istilah yang "duh kasian/ga enak ama ini cewe kalo gue jujur ma die.." yaelah.. kondisi ini (cewe kasi tau perasaannya ke cowo yang dia suka) baiknya kalo dua orang ini adalah tipe orang yang sportif. Yes for yes, no for no, dan ngga akan pikir itu adalah sesuatu hal yang murahan ato memalukan.

Ya, gue bukan penganut "cewe nembak cowo", kalo misalnya bilang "hari gini.. wajar kali' cewe nembak cowo" well whatever you say, that's just not what's in my mind, you can have your own belief, I don't mind.  Kalo gue mewajarkan cewe nembak cowo, gue juga akan mewajarkan cewe propose cowok untuk nikah as in "will you marry me?" "will you be the father of my children?"  awkward. And in the end, kenapa ngga juga, cowo yang pake marga cewe? hahaha.. mulai ngawurrr..

kembali ke twit gue yang tadi, apapun alasannya, ladies,
"If he really wants you, he'll go for you, he'll fight for you.  If that doesn't happen, well maybe he's just not that into you."



Thursday, April 7, 2011

Have I said this?

"Age does matters, but it's "just" a number after all." - S.E

Why do I came up with that conclusion? here goes:
'Age' says hong long have u been on earth.
More experience in life.
Went trough (more) things.
But then,
from the 'health' side, 'older' n 'younger' is not determined from your real age (I came up with this conclusion since I watch dr OZ show ;p).
So it is with maturity, and the way someone think/have his/her point of view/paradigm.
Also with level of patience and one's wisdom.

Monday, February 28, 2011

Money can't buy health?

Kemareng gue nonton "Kick Andy" talk show di Metro TV.
Topiknya soal sumbang menyumbang.. eits, bukan duit tapi organ tubuh. Yeah...!
It's an inspiring story though.. dan pastinya gue came up dengan beberapa pemikiran sendiri...

Cerita 1:
Pertama gue liat bapak-bapak yang lagi di interview, of course gue ga inget namanya.
To the point aja lah yah.. bapak itu udah umur skitar.. brp yah.. antara 60-80 lah...
Ginjalnya udah rusak, nah gue lupa krn apa, dan akhirnya mengadakan cangkok ginjal.
Ternyata bapak itu pemilik sebuah perusahaan (no wonder he can afford all that!).
Dibuatlah pengumuman di perusahaannya beliau kalau owner mereka sedang sakit
dan membutuhkan donor ginjal.  Semuanya tanpa paksaan.
Kenapa bukan dari anggota keluarganya?
Setelah dilakukan proses pengecekan, semua anggota keluarganya tidak ada yang
cocok/layak untuk menyumbang ginjal.  Ada dari anaknya yang ginjalnya diselimuti oleh
lemak karena gemuk, sedangkan anak satunya lagi ukuran ginjalnya terlalu kecil, dsb.

Akhirnya ada sekitar 6-8 orang pegawai perusahaan yang dengan sukarela mau
menyumbang ginjal mereka untuk owner perusahaan yang dikenal baik itu.
Dokter menjelaskan kepada mereka proses cangkok ginjal beserta resikonya.
Kembali proses pemeriksaan dilakukan dan hanya 1 orang yang layak.
Awalnya orang tua pria berumur 27 tahun itu keberatan jika anaknya menyumbangkan
ginjalnya dengan taruhan terburuk: nyawa.
Tapi dia menjelaskan pada orang tuanya jika dia sangat ingin membantu boss-nya
yang terkenal baik itu dan ingin hidupnya berguna bagi orang lain.

Keputusan court di Singapore tidak mengijinkan dilaksanakannya proses cangkok
ginjal dengan si pendonor orang tersebut.  Tetapi bapak yang sakit sudah terlalu
tertekan dengan semuanya dan proses demikian membutuhkan waktu yang lama dan
berbelit-belit.
Akhirnya mereka pergi ke Hongkong dan melalukan operasi cangkok ginjal tersebut.
Sebenarnya ada batas umur sekitar 55 tahun untuk penerima cangkok ginjal,
namun tim medis melihat kondisi bapak ini masih sehat/bisa untuk itu.

Saat ini bapak itu harus minum obat setiap hari, obat untuk mengantisipasi penolakan
organ asing di dalam tubuhnya, sedangkan pria pendonor ginjal sudah selesai dengan
proses pengobatan/check-up mingguan/bulanannya.


Cerita 2:
Sama dengan cerita pertama mengenai membutuhkan ginjal baru, tapi ini terjadi pada
seorang ibu, which is istri dari mantan KAPOLRI.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ibu ini sehat-sehat saja, dan ternyata ginjalnya yang
fungsinya hanya tinggal 20% itu rusak diakibatkan sering meminum obat-obatan tanpa
resep dokter, seperti OBAT PELANGSING (watch it, ladies!!).  Karena ingin terlihat
cantik dan singset, dia tidak tau apa yang harus dia tanggung kelak...

Dari ketiga anaknya, anak bungsunya yang waktu itu berusia belum 30 tahun lah yang
paling qualified untuk menyumbangkan ginjalnya.  Ibunya sangat terharu dengan pengorbanan
anaknya yang mau mempertaruhkan nyawanya untuk ibunya...
Kata anaknya: "saya mau berbuat apapun buat orang yang aku cintai.. apalagi Ibu kan yang ngelahirin saya..
kalo Ibu ngga ada, saya juga pasti ngga ada di dunia ini kan.."


Cerita 3:
Bapak dan Ibu umur 60an tahun membuat surat legal bahwa mereka akan menyumbangkan kornea mata
mereka ke bank mata setelah mereka meninggal, dan jasadnya ke fakultas kedokteran.
WHOWWWW!!
Katanya daripada mayatnya hanya di makan ulat.
Gila yah.. hebat..! Katanya dia/mereka mau berguna untuk orang lain sampat matipun.
Whewww....
Andy Noya bertanya bagaimana reaksi anak-anak mereka ketika mengetahui hal itu, dan bahwa
ketika orang tua mereka meninggal kelak, tidak akan ada kuburan tempat berziarah.
Mereka tidak pernah memberitahu hal tersebut kepada anak mereka sejak membuat surat
warisan (apa sih kata lainnya?), namun anak-anak mereka mengetahui hal tersebut ketika kakak dari bapak ini meninggal dunia dan matanya disumbangkan ke bank mata serta tubuhnya diserahkan ke fakultas kedokteran.  Disitulah mereka berbicara bahwa orang tuanya juga akan mengalami hal yang demikian
dan ternyata mereka tidak keberatan.
Oh ya, penerima mata dari Om mereka adalah seorang gadis tunanetra.. Can you imagine how she feels after being able to see? Wow.. seorang yang sudah meninggal saja bisa jadi sumber miracle terhadap orang lain...


Okay,
so from my point of view:
Sangat beruntunglah orang-orang kaya ketika terkena penyakit dari sisi mereka memiliki banyak uang yang artinya more possibilities/chances untuk berusaha sembuh dengan pengobatan-pengobatan khususnya dengan teknologi tinggi.
Lihat case cerita 1 dan 2, keduanya dari keluarga orang terpandang, yang satu pemilik perusahaan sedangkan yang satunya lagi istri pejabat.  Mereka punya uang dan social network yang memungkinkan terjadinya proses pengobatan berat seperti itu: cangkok ginjal.
Tiket keluarga ke luar negeri, biaya obat-obatan yang mahal serta kurs yang lebih tinggi, urusan surat-surat, biaya rumah sakit, biaya operasi yang memakan waktu lama itu, pastinya harus dengan dokter ahli yang bukan dengan bayaran standar dokter biasa.
Bagaimana jika itu terjadi kepada orang miskin? pastilah hanya dirawat dirumah dan menunggu ajal. Miris.
Oh ya, gue rasa ngga mungkin lah pendonor ginjalnya cuma dikasi "terima kasih" ato salam doank... must be a lot of reward.. speaking of the recipient was an OWNER of a company.  Well, it's just from my point of view after all..

Untuk cerita 3, hebat juga orang bisa memiliki pemikiran seperti itu...
gue yang ngebayanginnya aja udah ketakutan...
Dan ternyata pendonor yang potensial itu (yang sehat, bebas penyakit berjangkit, yang umurnya paling tidak 30an - tidak terlalu tua, dan segudang persyaratan lainnya), 1 tubuh pendonor pontensial bisa menolong 50 orang lainnya.. :)... WOOOOWW!!

Monday, February 21, 2011

How come?

Kenapa gue harus dipaksa mengakui sesuatu?
Kalo beda persepsi, kenapa harus dipaksa?
Kalo memang ngga ada yang salah, kenapa harus saling menyalahkan?
Jangan hanya menjaga fisik tapi tidak menjaga hati...

Tuesday, November 16, 2010

Let's define...

The word: COPYCAT  

Wiktionary:

Etymology

From copy + cat (person). It has been in use since at least 1896, in Sarah Orne Jewett's The Country of the Pointed Firs.

Noun

copycat (plural copycats)
  1. (informal) One who imitates others' work without adding ingenuity.

Adjective

copycat (comparative more copycat, superlative most copycat)
  1. Imitative; unoriginal.

Verb

to copycat (third-person singular simple present copycats, present participle copycatting, simple past and past participle copycatted)
  1. To act as a copycat; to copy in a shameless or derivative way.


Let me define it from my point of view, trough my observation:

1. Someone who doesn't know him/herself.
2. No identity.
3. Someone who can't stand out.
4. Someone who can't make a stand for him/herself.
5. Irresponsible.  Doesn't want to be blame (if there's anything to be).
6. Coward!

Tuesday, July 6, 2010

Took less than 5 mins!

Male

I _____, take you ______, to be my wedded wife. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish 'till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness.

Female

I, _____, take you ______, to be my wedded husband. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, 'till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness.


From many of the wedding vows samples, I decided to quote the above statement.
Listening to married people talking, makes me think that it is not that easy to act their vows. Ckckck...
I haven't been trough that, that's why I was saying its' their vows.
You say it less than 5 mins, but you live it all your life.

So one of the married people once said, though he mean it or not, "if I knew she is going to get sick like this since we were dating, I won't marry her."  I see it that he was in high pressure then he popped that line.  Although he is, I don't think it's a wise reaction.
After a short argument with another married woman in giving comment to an actor's wife who decided to leave the actor (I don't know what exactly the reason is) because the husband is sick for years (as far as I know, she was there for him all this time), this married woman said : "well, not to leave the spouse right away, but taking care for some years..." whewww!!!
Hopefully that's something that's not gonna happen if anything happens to her marriage life.
Anyways, do they have marriage vows??

Maybe before getting married, a couple should sit down together and break down the meaning of each words from the marriage vow they're gonna be saying to each other, like how it is "To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, 'till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness".  Let's not talk about all the good things above, let's talk about the negative words above : "worse" how far will you stay for your spouse? "poor" will you still stick with your spouse if he/she loose his/her job? lost his/her house? lost his/her possession, no place to live, no money to use? will you? "sickness" can you imagine, when you just got married and you found out that your spouse have a serious illness, will you say "I should have not marry him/her"? like you'll be the one who has to support him and pay all his bills, will you still stay? and you're pregnant by that time. That's how worse a marriage life could be... a spouse can get into an accident and looses his/her body part, and life goes on... you still have to stick to the same man, when you really mean what you say.. especially when you say it's your VOW...

That is why, be thankful, be happy, be joyful, when you have a healthy spouse, be thankful if he/she only had flu or some there-is-a-medicine-for-this illness, when you have a house to live, money to buy your needs (be really happy when you have the chance to buy your "wants"), when you're spouse have a job, when your family problem is not a big problem after all...

Friday, July 2, 2010

Quoting my now-shoutout

Gila yah, nyesek melihat orang tua yang susah payah banting tulang mencari uang, berhemat dan perhitungan habis-habisan dengan apa yang ada padanya cuma supaya anak-anaknya bisa hidup layak, dan yang anaknya lakukan hanya "bermain-main" dengan hidupnya.. ckckck..

Hopefully those who read my shoutout bisa tersentuh.. yang lagi kuliah bisa kuliah lebih giat lagi, belajar lebih serius, tau mengatur uang dan waktu, yang sudah bekerja bisa lebih concern dengan orangtuanya, menyisihkan pendapatannya untuk memberikan "tanda terima kasih" kepada orangtuanya, lebih bijaksana membagi waktu untuk orangtuanya, walaupun cuma lewat telfon (this hits me).
Semoga orang-orang bisa hidup lebih serius for those who takes life for granted.
Life and death, you won't know..
You might say you still live a long period of time, and that your parents who are older might pass away first.. but what if it doesn't happen that way? have you contribute enough?

Friday, June 25, 2010

Tell me..

How far should we go for love?
How far should we sacrifice for love?
How far should we love love?

Wednesday, February 24, 2010

Mother Tongue

Why English?
Because some things are best expressed in english.
Why Slang?
If you can't really use it, use simple english.
Why not Bahasa,
If you do best with it.

Monday, February 15, 2010

Draft letter for Mami

Hi Mom, how do you do?
Mom,
There are lots of shoes that I know will fit you and you'll like them!
I'll buy them and send it for you!!
Oh, and shawls, dresses, tops, and bags of course =).
It's time for payback, right?! =)
What else do you want me to send you?
I saw beautiful brooche last night. I'll send them too.
Don't worry, I learn to manage my money, Mom.
I'm not that spender, but I know I can't beat you yet in money management.
By the way,
I dream of you most of the time that you've recovered.
I was so happy and I told you that we should say a prayer together =).
But you were so quiet most of the time.
You know what,
we should have taken more pictures the last time we met, but we didn't. Too bad.
I know you want to know how I'm doing.
I'm doing good, Mom.
I survived a lot of things, don't worry =).
I'm doing good with my job, and I've been in a relationship with this guy for almost 2 years.
Yes, that one, I've told you about him before, right?!
I do morning and evening worship and working hard on daily bible readings. Heheh!! I have progress, right?! Haha..

I wasn't that sad yesterday, the same day you left 2 years ago, that valentine's day, I was in pink and black. I just don't want to deeply think about it.
I have to fight all by myself now, I grow, and learned a lot of lessons of life.
I still talk to Dad, though. And still do "curhat" as usual, like to a bestfriend I have, like how we use to be.
LIKE A TRIANGLE WITHOUT ONE OF ITS' LINE.
Miss you much, Mom. It's been two years and one day since you left, and I keep on fighting for that. Thank God for being my all-night-all-day strength!
Anyways,
I just want you to know that I miss you a lot, Mom.

X.O.X.O,
Sindy